Hukum Gerak Newton

Posted on July 30, 2014        Written by Ade

hukum gerak newton

Roket yang membawa pesawat ulang-alik ke ruang angkasa mampu menggerakkan pesawat bersama roket tersebut dengan kecepatan hingga 7500 m/s, namun roket itu hanya menghasilkan percepatan yang besarnya sekitar dua hingga tiga kali besar percepatan gravitasi bumi (9.8 m/s2). Sedangkan peluru yang bergerak dengan kecepatan beberapa ratus m/s dapat memiliki percepatan yang mencapai 3 – 4 x 105 m/s2 ketika ditembakkan.

Namun, tahukah kamu bahwa di alam ini terdapat makhluk hidup yang dapat memiliki percepatan yang sangat tinggi seperti peluru?

Jamur Philobolus yang terdapat pada kotoran hewan ternak ketika meluncurkan sporanya, spora itu dapat mencapai percepatan hingga orde 105 m/s2.

Silakan melihat video pendahuluan hukum gerak Newton

Sebuah benda yang mengalami percepatan berhubungan dengan adanya tarikan atau dorongan yang bekerja pada benda itu. Bagaimanakah hubungan percepatan gerak benda dengan tarikan/dorongan yang bekerja? Hal ini yang akan kita pelajari dalam bagian Hukum Gerak Newton ini.

Hal kedua adalah banyak dari kita berpikir bahwa seorang astronot yang “melayang” di ruang angkasa sering sekali dianggap karena ruang angkasa tidak ada gravitasi, benarkah demikian? Dalam materi ini kita juga akan melihat beberapa konsep dasar yang seringkali menjadi kesalahan (miskonsepsi) ketika kita mempelajari Fisika. Miskonsepsi ini sering terjadi oleh karena kita sudah memiliki sebuah pengetahuan awal atau keyakinan awal sebelum kita mendapatkan konsep yang benar. Hal inilah terkadang yang membuat kita sulit untuk bisa menerima suatu konsep yang benar.

Hukum Gerak Newton

Bagian pembahasan ini merupakan lanjutan dari materi sebelumnya, Momentum dan Impulse. Pada tahap ini, kita diharapkan sudah mengerti benar tentang perbedaan antara konsep kecepatan dan percepatan. Kedua besaran ini sangat berhubungan erat namun sering menimbulkan kesalahpahaman satu terhadap lainnya. Banyak orang masih mengira bahwa benda yang bergerak dengan kecepatan yang besar maka otomatis akan memiliki percepatan yang besar pula.

Untuk itulah, kita perlu melihat contoh roket pembawa pesawat ulang alik tadi, yang meskipun mampu mencapai kecepatan hingga 7500 m/s, namun memiliki percepatan yang relatif kecil. Namun kebalikannya, spora jamur Philobolus, ketika diluncurkan dapat memiliki percepatan hingga 105 m/s2 sementara kecepatan geraknya hanya mencapai 20 m/s.

Gambar 3.6 Jamur Philobolus dan sporanya yang dapat bergerak dengan percepatan 105 m/s2 pada saat diluncurkan.
Jamur Philobolus yang tumbuh di kotoran hewan ternak.

Silakan melihat video Jamur Philobolus yang menembakkan sporanya

Apabila kita telah mengerti konsep keduanya dengan benar, selanjutnya kita akan mendiskusikan pengaruh suatu dorongan atau tarikan terhadap percepatan suatu benda. Kita telah belajar bahwa perubahan momentum sebuah benda berkaitan dengan gaya dan selang waktu (interval waktu) pada perubahan momentum benda tersebut.

Gaya (tarikan dan dorongan) yang bekerja pada sebuah benda dapat mengubah keadaan gerak benda dimana benda mengalami suatu percepatan karena gaya tersebut.

Gambar 3.7 Isaac Newton
Isaac Newton

 

Isaac Newton adalah ilmuwan yang pertama kali menyatakan secara sistematis tentang hukum gerak benda.  Semua ini dituangkan oleh Newton dalam karya ilmiah yang ditulis dalam bahasa Latin, berjudul Principia Mathematica.

Gambar 3.8 Principia Mathematica
Principia Mathematica

 

Ada satu legenda yang begitu terkenal yakni ketika Newton mendapat inspirasi gaya gravitasi dari peristiwa jatuhnya apel di pekarangan rumah Newton. Legenda ini tidak diketahui apakah benar pernah terjadi pada Newton, meskipun sebuah pohon apel memang benar ada di pekarangan rumah Newton. Tapi jika kita membuka catatan sejarah, maka kita dapat melihat bahwa pada masa sebelum Newton, telah ada ahli-ahli fisika dan astronomi yang melakukan pengukuran gerak planet dengan sangat akurat dan catatan-catatan inilah yang digunakan Newton untuk menyusun hukum gerak dan gravitasinya.

Bagian pertama yang akan kita pelajari dalam materi Hukum Gerak Newton ini adalah pengenalan beberapa gaya yang akan sering kita jumpai serta menggambarkan diagram bebas benda (free body diagram), yakni gambar benda tertentu dengan gaya-gaya yang bekerja pada benda tersebut. Ada beberapa gaya yang populer dan akan sering kita jumpai; Pertama adalah gaya berat (weight, w). Secara sederhana, gaya berat adalah gaya akibat tarikan gravitasi bumi, dimana besar gaya ini adalah perkalian massa benda dengan pecepatan gravitasi bumi (sekitar 9.8 m/s2 atau dapat digunakan nilai 10 m/s2), w = m.g

Lalu, gaya adalah sebuah besaran vektor, karena itu, ada informasi kedua yang juga sangat penting, yakni arah gaya tersebut. Gaya berat (w) yang diakibatkan oleh tarikan gravitasi bumi memiliki arah menuju ke pusat bumi. Namun, dalam skala gambar yang kita gunakan saat ini, arah gaya berat ini digambarkan pada benda dengan arah vertikal menuju ke bawah (untuk saat ini, kita tidak perlu dipusingkan dengan titik tangkap gaya berat ini pada benda)

Gaya kedua adalah Normal (N). Apabila sebuah benda bersentuhan dengan benda lain, maka ia akan mendapat sebuah gaya Normal dari benda lain tersebut. Arah dari gaya Normal adalah selalu tegak lurus dengan permukaan kontak kedua  benda.

Gaya ketiga adalah tegangan tali (T), gaya ini mirip seperti Normal, yakni interaksi antara benda dengan benda kedua, namun benda kedua di sini adalah tali, yakni misalkan benda yang digantung atau ditarik oleh tali, maka akan terdapat gaya tegangan tali pada benda tersebut.

Gaya keempat adalah gaya gesek (f), secara umum, gaya gesek timbul sebagai akibat kontak antara dua permukaan, dimana gaya ini pada umumnya melawan gaya yang menarik benda tersebut sehingga gaya gesek memiliki arah berlawanan dengan arah gaya yang menarik benda dan juga arah gerak benda. Namun lebih jauh, gaya gesek merupakan salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian lebih. Kita akan mempelajari lebih mendalam mengenai gaya gesek ini termasuk gesekan pada benda yang menggelinding pada topik yang terpisah.

Berikut ini adalah gambar beberapa diagram bebas benda yang akan sering kita jumpai, gambar di bawah ini adalah gambar diagram bebas pada sebuah balok dengan gaya-gaya yang bekerja padanya untuk situasi:

  1. Balok yang berada di permukaan mendatargaya1
  2. Balok yang berada di permukaan miring yang kasargaya2
  3. Balok yang ditekan pada dinding vertikal yang kasargaya3
  4. Balok yang digantung di seutas taligaya4

Pengetahuan akan diagram bebas benda ini penting karena dengan diagram gaya inilah kita dapat menganalisa keadaan benda. Salah satu diagram bebas benda yang akan sering kita jumpai adalah balok yang terletak di sebuah bidang miring. Seringkali, kita akan menguraikan gaya berat menjadi komponen-komponen gaya berat yang sejajar dan tegak lurus bidang miring tersebut.

w1

Pada saat gaya berat (w) ini kita uraikan, maka kita dapat menguraikan w menjadi dua komponen yang saling tegak lurus, yakni wx dan wy. Dimana wx sejajar dengan permukaan bidang miring dan wy tegak lurus dengan permukaan bidang miring.

w2

Apabila sudut kemiringan bidang terhadap garis mendatar adalah θ maka kita dapat menggunakan trigonometri untuk mendapatkan nilai wx dan wy, dimana wx = w . sin θ dan wy = w . cos θ.

w3

Demikian beberapa hal mendasar yang perlu kita pelajari sebelum kita masuk kepada pembahasan hukum gerak Newton.

Hukum Gerak I Newton

Hukum pertama Newton menyatakan bahwa sebuah benda akan tetap diam atau bergerak dengan kecepatan selama total gaya (resultan) pada benda tersebut nilainya nol.

Gambar 3.9 Sebuah benda yang diam memiliki total gaya bernilai nol.
Sebuah benda yang diam memiliki total gaya bernilai nol.

 

Hukum gerak yang pertama ini disebut juga sebagai hukum kelembaman. Dalam bahasa sehari-hari, kelembaman dapat diartikan sebagai kemalasan untuk bergerak. Contoh yang paling mudah untuk kita bayangkan dalam pengalaman sehari-hari adalah ketika seseorang mengendarai motor dan kemudian ia menabrak tumpukan ban dan motor berhenti, maka orang akan terpelanting ke depan. Hal ini memperlihatkan bahwa pada mulanya keadaan gerak pengendara motor ini adalah sebuah gerakan maju. Nah, ketika terjadi suatu tumbukan maka motor berhenti namun badan pengendara tersebut masih dapat terlempar ke depan. Contoh kedua adalah pada saat kita duduk diam dalam mobil dan kemudian mobil kita gas, dimana badan kita akan seperti terdorong ke belakang. Hal ini juga dikarenakan keadaan awal kita yang diam, lalu terdapat suatu dorongan yang mengakibatkan badan kita seperti melakukan “perlawanan” terhadap dorongan ini dan membuat kita terdorong ke belakang. Semua ini menggambarkan bagaimana kelembaman (inersia) benda adalah hal yang nyata dan terjadi dalam pengalaman sehari-hari.

9028414
Hukum kelembaman membuat pengendara motor ini terlempar ke depan saat motornya menabrak tumpukan ban

 

Selain itu, kita dapat melakukan beberapa percobaan sederhana yang dapat memperlihatkan mengenai hukum pertama Newton ini.

  1. Menarik kertas dari dua arah berlawanan: Potong kertas menjadi 3 bagian namun tidak sampai terputus (lihat gambar). Tariklah bagian kiri dan kanan dari kertas tersebut dari dua arah berlawanan dan rasakan apakah kertas lebih sulit robek!newton1b
  2. Tumpukan koin diletakkan di atas meja. Sundullah koin yang paling bawah dengan menggunakan sebuah koin yang kita dorong ke arah tumpukan koin tadi. Perhatikan bagaimana tumpukan koin masih berdiri kokoh.koin1
  3. Gantunglah sebuah beban dengan tali pada suatu tiang. Tariklah tali yang diikat di bawah beban dengan dua cara. Yang pertama, tarik dengan sangat cepat dan yang kedua, tariklah dengan lebih pelan. Perhatikan bagian manakah tali yang diikatkan pada beban akan putus.newton1a
  4. Letakkan sebuah uang kertas di antara dua buah botol yang diberdirikan seperti pada gambar. Cobalah tarik uang kertas tersebut dengan sangat cepat dan usahakan agar keadaan dua botol masih berdiri satu terhadap yang lain.cdc05a29368498e25ca694908caf51d49dc017a1
  5. Buatlah sebuah lingkaran dengan menggunakan bahan yang cukup elastik, seperti plastik atau kertas karton. Letakkan sebuah koin di atas lingkaran tersebut dan berdirikan mereka pada sebuah mulut botol selai. Gerakkan lingkaran tadi dengan cepat menggunakan pensil/batang dari bagian dalam lingkaran, sehingga lingkaran bergerak keluar. Perhatikan bagaimana koin akan jatuh ke dalam botol.inertia-2
  6. Letakkan sebuah alas meja (taplak) bersama beberapa perlengkapan makan di atas sebuah meja makan. Tariklah taplak meja tersebut dengan sangat cepat dan perhatikan perlengkapan makan masih akan tetap berada di atas meja.ss-tablecloth-how-to
  7. Letakkan sebuah koin pada siku tangan yang telah ditekuk ke atas (lihat gambar). Lalu ayunlah siku seketika dan tangan bergerak dengan cepat menangkap koin yang berada di udara.koin

 

Pada umumnya, hukum gerak pertama Newton menjelaskan keadaan benda ketika berada dalam keadaan setimbang, yakni dalam keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan tetap. Dapat dikatakan bahwa secara matematis, total gaya pada benda yang berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan tetap nilainya nol.

Secara praktis, setelah kita mempelajari diagram gaya suatu benda, maka kita dapat menerapkan perhitungan pada benda tersebut dengan menggunakan bantuan sumbu Cartesius pada arah x dan y (dan z), sehingga total gaya dalam arah-arah tersebut nilanya adalah nol. Dengan demikian, kita dapat mencari besar gaya-gaya yang membuat benda dalam keadaan setimbang. Pada analisa gaya yang bekerja, kita dapat menggunakan kesepakatan tanda positif dan negatif untuk gaya-gaya yang ada, misalkan arah ke kanan dan arah ke atas adah sebagai arah positif namun arah ke kiri dan arah ke bawah adalah arah negatif.

Berikut ini kita akan mencoba mencari beberapa nilai gaya-gaya  pada benda menggunakan hukum gerak pertama ini

1. Balok yang berada di atas meja mendatar yang kasar dan ditarik  oleh sebuah gaya

2. Balok yang diam di atas bidang miring yang kasar.

Jika kita lihat lebih jauh, maka pada benda-benda yang berada dalam keadaan setimbang maka gambar jumlah gaya-gaya yang bekerja akan menghasilkan suatu poligon yang tertutup.

gaya1_NEW

Dengan kata lain, apabila gambar jumlah gaya-gaya pada benda memiliki “celah” maka ada sebuah resultan gaya yang bukan nol dan hal ini akan mendorong/menarik benda dengan sebuah percepatan pada arah resultan gaya tersebut. Hal ini kita pelajari di hukum gerak kedua Newton.

gaya2_NEW

Hukum Gerak II Newton

Dalam Hukum gerak kedua Newton, kita membicarakan percepatan yang dimiliki suatu benda, dimana percepatan ini sebanding dengan resultan gaya yang bekerja dan berbanding terbalik dengan massa benda. Dimana, apabila resultan gaya yang bekerja semakin besar, maka percepatan yang dihasilkan pun juga makin besar, demikian juga sebaliknya. Namun, jika massa benda semakin besar, maka percepatan yang dihasilkan akan semakin kecil.

Hukum gerak kedua Newton ini menghubungkan antara komponen gerak yang dimiliki benda, yakni percepatan, dengan besaran yang mengakibatkan percepatan tersebut, yakni gaya.

Mari kita lihat beberapa contoh soal mengenai hukum gerak kedua Newton.

1. Dua balok yang bersebelahan dan didorong oleh sebuah gaya dan disertai gaya gesek.

2. Menentukan berat benda yang ditimbang di dalam lift

Salah satu hal penting yang perlu kita perhatikan dalam mengerjakan soal-soal hukum Newton adalah mengenai kesepakatan tanda positif dan negatif untuk gaya-gaya yang bekerja. Di bagian soal hukum kedua Newton ini, kesepakatan tanda yang dapat kita gunakan adalah bahwa arah positif adalah arah yang sama dengan arah gerak benda. Perhatikan bahwa di penerapan kesepakatan tanda ini, kita tidak lagi selalu menggunakan arah ke atas dan kanan sebagai arah positif dan arah ke bawah dan ke kiri sebagai arah negatif.

Neraca pegas (spring balance) adalah alat ukur yang sering dipakai dalam mengukur besar sebuah gaya tarik dan dinyatakan dalam satuan newton (MKS) atay dyne (CGS).

spring-balance-range (1)
Neraca pegas

 

Dalam pengalaman sehari-hari, alat ukur timbangan (timbangan badan atau timbangan gantung) digunakan sebagai alat pengukur berat benda dan menggunakan satuan kg. Hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa dan diterima dalam pembicaraan sehari-hari oleh masyarakat umum. Namun, hal tersebut sering menimbulkan kesalahpahaman konsep dalam fisika ketika kita mempelajari besaran yang sesungguhnya diukur oleh timbangan. Timbangan di dalam Fisika sebenarnya mengukur besar suatu gaya kontak (gaya tekan) antara benda dengan timbangan dan satuan yang digunakan tentu adalah satuan gaya yaitu Newton. Hal ini tentu akan sangat sulit dibicarakan dalam pengalaman sehari-hari dimana banyak orang sudah lama terlanjur menganut pemahaman sebelumnya, yakni bahwa timbangan sebagai pengukur berat dengan satuan kg.  Inilah mengapa sangat sulit bagi kita yang terlanjur memiliki suatu pemahaman awal tentang suatu hal untuk belajar tentang konsep yang benar dan kemudian menimbulkan sebuah miskonsepsi.

Gambar 3.12 Timbangan badan dan timbangan gantung
Timbangan badan dan timbangan gantung

 

Kalau kita melihat lebih jauh tentang gaya berat, khususnya yang terjadi pada astronot yang sedang berada di dalam stasiun ruang angkasa atau pesawat ulang-alik dimana mereka dapat melayang-layang di dalam ruangan maka kita sering berpikir bahwa hal tersebut dikarenakan tidak adanya gravitasi di ruang angkasa karena di sana hampa udara. Ada dua kesalahan konsep yang terjadi di sini. Pertama adalah bahwa di ruang angkasa masih terdapat efek gravitasi dari bumi. Contohnya jika seorang astronot berada pada ketinggian 400 km di atas permukaan bumi, maka ia masih mengalami percepatan akibat tarikan gravitasi bumi sebesar sekitar 8.7 m/s2. Memang, medan gravitasi bumi akan semakin kecil dengan semakin jauhnya jarak benda dari pusat bumi, namun tetap akan selalu ada gravitasi dimanapun.

Gambar 3.13 Grafik besar percepatan gravitasi terhadap ketinggian dari permukaan bumi
Grafik besar percepatan gravitasi terhadap ketinggian dari permukaan bumi

 

Kedua adalah anggapan bahwa tidak adanya gravitasi dikarenakan tidak adanya udara (medium) di ruang angkasa, hal ini juga adalah konsep yang keliru karena efek dari gaya gravitasi dapat bekerja pada benda meskipun ruangan tempat benda tersebut berada tidak memiliki medium/hampa (vakum).

Keadaan astronot di ruang angkasa tersebut sering kita sebut sebagai keadaan tanpa bobot (weightlessness). Keadaan tanpa bobot ini merupakan sebuah sensasi psikologis dimana tidak ada kaitannya dengan kehilangan besar berat benda secara fisika. Besar gaya berat ditentukan oleh dua hal yakni massa benda dan percepatan gravitasi tempat tersebut, dimana kedua nilai tersebut bukanlah nol. Keadaan tanpa bobot ini sebenarnya terjadi pada saat tidak ada gaya kontak dari luar yang menopang tubuh astronot, seperti misalnya gaya normal dari lantai. Jadi dapat dikatakan bahwa pada keadaan tanpa bobot ini, hanya terdapat gaya gravitasi akibat tarikan bumi saja.

Kitapun dalam pengalaman sehari-hari dapat menjumpai keadaan yang sangat mendekati seperti keadaan tanpa bobot, misalkan pada saat kita menaiki roller coaster dan merasa seperti melayang sejenak saat roller coaster melewati puncak sebuah bukit. Bahkan, para astronot sebelum menjalankan tugas di ruang angkasa, biasanya mereka akan dilatih di dalam pesawat khusus yang membawa mereka terbang dan kemudian pada ketinggian tertentu “jatuh” untuk mendapatkan keadaan tanpa bobot tersebut selama sekitar 25 detik.

ZG220_0427

 

Hukum Gerak III Newton

 

newton law

 

Gambar di atas merupakan sebuah ilustrasi yang tepat dalam menjelaskan Hukum Gerak III Newton mengenai pasangan gaya aksi dan reaksi. Dalam bahasa sederhana, Hukum ketiga ini dapat dinyatakan bahwa kita tidak mungkin menyentuh tanpa bersentuhan dengan benda yang kita sentuh. Artinya, bahwa ketika kita mengerjakan suatu gaya (tarikan/dorongan) pada sebuah benda maka benda tersebut juga akan memberikan gaya reaksi kepada kita yang besarnya sama namun arahnya berlawanan.

Gaya selalu muncul berpasangan. Memang agak sulit dibayangkan bahwa sebenarnya kita juga menerima gaya yang sama dengan arah yang berlawanan dari benda lain yang kita sentuh. Pasangan gaya yang timbul antara dua benda yang saling berinteraksi dinamakan sebagai pasangan aksi dan reaksi. Silakan melihat video tentang pasangan gaya aksi dan reaksi.

Ada bebeberapa contoh pasangan gaya aksi reaksi:

1. Dua orang yang saling mendorong dengan kereta di lantai sehingga keduanya akan bergerak berlawanan.

ReactionCart

2. Seorang yang duduk di atas kereta dan melemparkan sebuah benda untuk dapat menggerakkan kereta. Ketika orang melemparkan bola, ia memberi sebuah gaya dorong pada bola, demikian juga sebaliknya bola memberi gaya dorong pada orang tersebut sehingga orang dapat bergerak.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

3. Seorang yang menaiki kereta dan membuka tabung gas, dimana gas keluar akibat didorong oleh gaya tekan di dalam tabung, demikian sebaliknya, gas juga memberikan sebuah dorongan sehingga orang bersama kereta tersebut dapat bergerak.

071219.physics

4. Roket penggerak pesawat ulang-alik, dimana mesin roket akan menghasilkan gaya untuk mendorong gas buangan ke bawah, demikian sebaliknya, akan ada gaya sebaliknya yang mendorong roket tersebut bergerak naik.

1352729018_screen

5. Seorang yang menembakkan peluru dari senapan dimana peluru akan terdorong keluar oleh suatu gaya, demikian sebaliknya, senapan juga akan terdorong mundur ke belakang.

Daniel Craig as James Bond Skyfall

 

Namun, kita perlu berhati-hati bahwa ada gaya-gaya yang sering kita lihat dan gunakan dalam gambar, yang nampaknya adalah pasangan gaya aksi dan reaksi namun sebenarnya bukan. Tentukan apakah pasangan gaya-gaya pada gambar A, B dan C merupakan pasangan gaya aksi dan reaksi! Berikan penjelasanmu!

soal1a

Latihan soal Hukum Gerak Newton

  1. Seorang anak menimbang sebuah sepatu dengan menggunakan sebuah neraca pegas. Besaran apakah sebenarnya yang ia ukur? Jika ukuran yang terbaca pada neraca pegas tersebut sebesar 10 N. Berapakah massa sepatu tersebut? (gunakan g = 10 m/s2)sportshoes-and-friction
  2. 3 neraca pegas digunakan untuk percobaan di bawah ini dan menunjukkan nilai gaya 6 N dan 8 N pada neraca pegas pertama dan kedua, jika sudut antara mereka 90 derajat, berapakah besar gaya yang ditunjukkan oleh neraca pegas ketiga?gaya neraca pegas
  3. Sebuah balon diisi dengan gas helium, pada saat mobil di gas, maka akan bergerak ke arah manakah balon tersebut?HeliumBalloonImageOne
  4. Sebuah neraca pegas ditarik oleh dua balok yang memiliki berat sama, 5 N. Berapakah bacaan gaya yang terdapat pada neraca pegas?neraca pegas di tengah
  5. Sebuah balok ditimbang oleh neraca dan menunjukkan nilai 10 N seperti pada gambar? Berapakah bacaan yang dinyatakan oleh neraca gantung pada gambar ketiga?gaya neraca pegas
  6. Sebuah balok memiliki massa sebesar m diletakkan pada bidang dengan kemiringan sudut θ. Balok tersebut dilepaskan tanpa kecepatan awal. Tentukan besar jarak yang ditempuh oleh balok setelah bergerak selama t detik!newton2
  7. Dua buah balok m1 dan m2 diikat dengan sebuah tali dan ditarik oleh sebuah gaya F. Besar m1 = 5 kg dan besar m2 = 2 kg.  Besar gaya tarik F = 100 N. Jika balok m1 dan m2 mendapat gaya gesek dari lantai sebesar f1 = 20 N dan f2 = 10 N.newton1
    –  Tentukan besar gaya tegangan tali yang terletak di antara kedua balok!
    – Apabila kedua balok tersebut ditarik gaya F selama 5 detik, dan gaya gesek yang bekerja nilainya tetap. Berapakah jarak dan kecepatan akhir balok tersebut?
  8. Balok m1 (2 kg) terletak pada sebuah bidang miring dengan sudut kemiringan θ (sin θ = 0.6). Balok tersebut dihubungkan dengan balok m2 (4 kg) melalui sebuah katrol yang dianggap tidak bermassa. Kemudian balok-balok tersebut dilepas dari keadaan diam. Berapakah percepatan gerak balok-balok tersebut dan berapakah tegangan tali yang menghubungkan kedua balok?newton3
  9. Sebuah Mesin Atwood seperti pada gambar menggunakan balok 3 kg dan 2 kg. Jika ketinggian mula-mula balok 3 kg adalah 4 meter dari lantai. Berapakah percepatan gerak sistem setelah balok 3 kg dilepaskan? Berapa tinggikah balok 2 kg dapat naik, setelah balok 3 kg sampai di tanah?soal 2
  10. Dua balok A dan B dihubungkan dengan sistem katrol seperti pada gambar. Berapakah perbandingan nilai percepatan antara balok A dan balok B? Berapakah perbandingan nilai tegangan tali pada balok A dan balok B?
    dua katrol

Silakan lihat ringkasan dan kartu belajar tentang Hukum Gerak Newton di sini:

 



One thought on “Hukum Gerak Newton”

Leave a Reply


Calendar

September 2017
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Support Us

Galileo To Einstein is entirely supported and maintained by generous people who are very passionate about education. We will always improve its service and keep it for free for

View details

Sitemap