Listrik AC

Posted on July 14, 2016        Written by Ade

u

Arus Bolak-Balik

Arus bolak balik berbeda dari arus searah. Dalam rangkaian arus bolak balik, setiap komponen listrik yang digunakan (hambatan, kapasitor dan kumparan) memiliki karakteristik yang berbeda satu terhadap yang lain.Untuk membantu dalam menganalisa dan menghitung besaran tegangan dan arus listrik pada rangkaian arus bolak-balik maka kita akan menggunakan bantuan fasor (semacam vektor) yang bergerak melingkar.

v

Pada rangkaian hambatan murni, fasor tegangan dan arus listrik adalah berimpit. Pada rangkaian kumparan murni, fasor tegangan mendahului fasor arus listrik sebesar 90o. Pada rangkaian kapasitor murni, fasor arus listrik mendahului tegangan sebesar 90o.

w

Rangkaian RLC seri dan diagram fasornya. Dari diagram fasor tersebut dapat kita lihat hubungan antara tegangan total V, tegangan pada resistor VR, tegangan pada induktor VL dan tegangan pada kapasitor VC

x

Pada rangkaian seri arus bolak-balik dengan i = iR = iL =iC, maka hambatan total pengganti (impedansi) Z adalah

y

Dimana R merupakan nilai hambatan resistor, XL merupakan nilai hambatan pada induktor, reaktansi induktif, nilainya adalah dan XC merupakan nilai hambatan pada kapasitor.



Leave a Reply


Calendar

November 2017
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Support Us

Galileo To Einstein is entirely supported and maintained by generous people who are very passionate about education. We will always improve its service and keep it for free for

View details

Sitemap